Tampilkan postingan dengan label Pantai Kuta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pantai Kuta. Tampilkan semua postingan

Rumah Adat Di Bali

on Kamis, 14 November 2013

Rumah Adat Suku Bali

Rumah Bali yang sesuai dengan aturan Asta Kosala Kosali (bagian Weda yang mengatur tata letak ruangan dan bangunan, layaknya Feng Shui dalam Budaya China). Menurut filosofi masyarakat Bali, kedinamisan dalam hidup akan tercapai apabila terwujudnya hubungan yang harmonis antara aspek pawongan, palemahan dan parahyangan. Untuk itu pembangunan sebuah rumah harus meliputi aspek-aspek tersebut atau yang biasa disebut Tri Hita Karana. Pawongan merupakan para penghuni rumah. Palemahan berarti harus ada hubungan yang baik antara penghuni rumah dan lingkungannya.
Pada umumnya bangunan atau arsitektur tradisional daerah Bali selalu dipenuhi hiasan, berupa ukiran, peralatan serta pemberian warna. Ragam hias tersebut mengandung arti tertentu sebagai ungkapan keindahan simbol-simbol dan penyampaian komunikasi. Bentuk-bentuk ragam hias dari jenis fauna juga berfungsi sebagai simbol-simbol ritual yang ditampilkan dalam patung.

Mayoritas Masyarakat Bali


Agama Hindu Sebagai Keyakinan Mayoritas Masyarakat Bali

Mayoritas masyarakat di Tanah Dewata memiliki kepercayaan Hindu. Sebagaimana diketahui banyak orang bahwa agama Hindu ini disebut-sebut sebagai agama yang tertua di dunia yang berasal dari Wahyu Tuhan kepada para Rsi di India di tempo dulu.
Ajaran Hindu merupakan sebuah anutan yang mengutamakan keselarasan yang bernilai kedamaian universal dengan memandang bahwa setiap manusia berada dalam atap kekeluargaan yang besar. Kitab umat Hindu ialah Weda yang merupakan ungkapan prinsip-prinsip universal yang erat hubungannya dengan nilai moral dan spiritual. Hal-hal yang utama dalam pemikiran agama Hindu yang berkontribusi pada pandangan universal, sebagai berikut:
Keselarasan dan Toleransi
Salah satu ajarannya yang paling agung ialah sikap toleransi keberagamaan dan keselarasan universal. Para Rsi dimasa dulu telah banyak menemukan bahwa terdapat banyak sekali cara untuk mencapai sebuah kenyataan mutlak dengan cara yang berbeda-beda pula. Para Rsi tersebut menyebutnya dalam kitab Rg Weda: “Ekam sat viprah bahudha vadanti“, artiya “Kebenaran itu adalah satu, hanya orang bijaksana yang menyebutnya dengan banyak nama“.
Kesucian Seseorang
Dalam pandangan Hindu setiap individu itu memiliki intisari yang sama dengan Tuhan. Setiap individu tidak memandang adanya perbedaan dengan individu lain tetapi dalam kenyataan “atman” (roh atau jiwa) yang bersatu di dalam tubuh atau fisik. Atman yang merupakan pusat spiritual dalam tubuh manusia adalah sumber dari pengetahuan, kekuatan, cinta kasih, dan kemurnian yang tidak ada batasnya. Menurut pandangan predominan Hindu, atman yang sama berada dalam semua makhluk hidup termasuk hewan dan tumbuhan.
Doa Universal
Hal lain yang utama dalam agama Hindu adalah keuniversalan dari doanya. Umat Hindu berdoa untuk semua makhluk, dan dari doa tertentu yang dinyanyikan setiap hari oleh jutaan umat Hindu pada akhir doa atau upacara keagamaan, yang berbunyi: “Semoga semua manusia berbahagia; semoga semua manusia sehat selalu; semoga semua manusia mendapatkan kemakmuran; semoga tidak ada seorangpun yang menderita“.

Pantai Kuta

on Rabu, 13 November 2013

Pantai Kuta

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Pantai Kuta di sore hari.
Pantai Kuta adalah sebuah tempat pariwisata yang terletak di sebelah selatan Denpasar, ibu kota Bali, Indonesia. Kuta terletak di Kabupaten Badung. Daerah ini merupakan sebuah tujuan wisata turis mancanegara, dan telah menjadi objek wisata andalan Pulau Bali sejak awal 70-an. Pantai Kuta sering pula disebut sebagai pantai matahari terbenam (sunset beach) sebagai lawan dari pantai Sanur.
Sebelum menjadi objek wisata, Kuta merupakan sebuah pelabuhan dagang. Di mana produk dari lokal diperdagangkan kepada pembeli dari luar Bali. Pada abad ke-19, Mads Lange, seorang pedagang Denmark, datang ke Bali dan mendirikan basis perdagangan di Kuta. Keahliannya dalam bernegosiasi, membuat Mads Lange sebagai pedagang yang terkenal antara raja-raja Bali dengan Belanda.
Hugh Mahbett juga telah menerbitkan sebuah buku berjudul “Praise to Kuta” yang berisi ajakan kepada masyarakat setempat untuk menyiapkan fasilitas akomodasi wisata. Tujuannya untuk mengantisipasi ledakan wisatawan yang berkunjung ke Bali. Buku itu kemudian menginspirasi banyak orang untuk membangun fasilitas wisata seperti penginapan, restoran dan tempat hiburan.
Di Kuta terdapat banyak pertokoan, restoran dan tempat permandian serta menjemur diri. Selain keindahan pantainya, pantai Kuta juga menawarkan berbagai macam jenis hiburan lain misalnya bar dan restoran di sepanjang pantai menuju pantai Legian. Rosovivo, Ocean Beach Club, Kamasutra, adalah beberapa club paling ramai di sepanjang pantai Kuta.
Pantai ini juga memiliki ombak yang cukup bagus untuk olahraga selancar (surfing), terutama bagi peselancar pemula. Lapangan Udara I Gusti Ngurah Rai terletak tidak jauh dari Kuta.

Tiket Masuk

Untuk tiket masuk ke pantai Kuta tidak dikenakan biaya. Tetapi jika Anda datang dengan menggunakan kendaraan pribadi, maka Anda harus membayar biaya parkir sebesar Rp. 5.000,- per kendaraan.